Or signin with
Logo Abatasa Logo Abatasa
Forgot password?
Belum Jadi Member
Daftar Sekarang
Berita » Figures » Stigmatisasi Wahabi ikut membuat Ja’far Umar Thalib memberikan peringatan. Kalangan NU diminta tak terpancing. Apa maksudnya? Hidayatullah.com—Mantan Panglima Laskar Jihad di Ambon, Ja’far Umar Thalib ikut memberikan peringatan terhadap munculnya stigma Wahabi, yang beberapa minggu ini terus digencarkan oleh sekelompok orang dengan dukungan media. Pemimpin Pondok Pesantren Ihya ’Us-Sunnah, Yogyakarta ini meminta umat Islam bersikap tenang agar bisa secara jeli melihat target di balik stigma Wahabi itu. Stigma ini dimunculkan oleh sebuah kuatan besar yang tak ingin kaum Muslim bisa mempelajari ilmu agama dan menerapkannya secara baik. “Memang ada sebuah kekuatan besar. Yang paling ujungnya adalah Nashara dan Yahudi, “ ujarnya kepada www.hidayatullah.com, Kamis, (6/8) siang. Ja’far memang tak menampik awalnya isu ini dimunculkan oleh beberapa orang Indonesia, namun baginya, itu hanyalah agen-agen kecil. Sebab di belakangnya adalah kekuatan besar. “Yang jelas, mereka resah dan tidak ingin Islam ini bisa dipraktikkan secara baik dan agar umat Islam merasa ketakutan menggunakan identitas Islam,” tambahnya. Lebih jauh, pria keturunan keturunan Arab-Madura ini juga meminta organisasi-organisasi Islam besar, seperti NU dan Muhammadiyah, tidak terpancing. Sebab dengan stigma Wahabi itu, ada upaya memecah NU-Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam lainnya. “Saudara-saudara kita di NU jangan terpancing isu ini,” tambahnya. Selain itu, ia juga meminta kepada kelompok-kelompok Islam yang lain, bisa menjelaskan kepada ormas NU dan Muhammadiyah bahwa ada agenda tersembunyi dalam stigma Wahabi ini. “Ormas-ormas Islam yang lain harus bersilaturahmi ke saudara-saudara kita di NU dan menjelaskan persoalan ini, “ tambahnya. Dengan begitu isu-isu seperti ini tidak berlaku dan insya Allah akan hilang. [cha/www.hidayatullah.com] foto: JP
Stigmatisasi Wahabi ikut membuat Ja’far Umar Thalib memberikan peringatan. Kalangan NU diminta tak terpancing. Apa maksudnya? Hidayatullah.com—Mantan Panglima Laskar Jihad di Ambon, Ja’far Umar Thalib ikut memberikan peringatan terhadap munculnya stigma Wahabi, yang beberapa minggu ini terus digencarkan oleh sekelompok orang dengan dukungan media. Pemimpin Pondok Pesantren Ihya ’Us-Sunnah, Yogyakarta ini meminta umat Islam bersikap tenang agar bisa secara jeli melihat target di balik stigma Wahabi itu. Stigma ini dimunculkan oleh sebuah kuatan besar yang tak ingin kaum Muslim bisa mempelajari ilmu agama dan menerapkannya secara baik. “Memang ada sebuah kekuatan besar. Yang paling ujungnya adalah Nashara dan Yahudi, “ ujarnya kepada www.hidayatullah.com, Kamis, (6/8) siang. Ja’far memang tak menampik awalnya isu ini dimunculkan oleh beberapa orang Indonesia, namun baginya, itu hanyalah agen-agen kecil. Sebab di belakangnya adalah kekuatan besar. “Yang jelas, mereka resah dan tidak ingin Islam ini bisa dipraktikkan secara baik dan agar umat Islam merasa ketakutan menggunakan identitas Islam,” tambahnya. Lebih jauh, pria keturunan keturunan Arab-Madura ini juga meminta organisasi-organisasi Islam besar, seperti NU dan Muhammadiyah, tidak terpancing. Sebab dengan stigma Wahabi itu, ada upaya memecah NU-Muhammadiyah dan ormas-ormas Islam lainnya. “Saudara-saudara kita di NU jangan terpancing isu ini,” tambahnya. Selain itu, ia juga meminta kepada kelompok-kelompok Islam yang lain, bisa menjelaskan kepada ormas NU dan Muhammadiyah bahwa ada agenda tersembunyi dalam stigma Wahabi ini. “Ormas-ormas Islam yang lain harus bersilaturahmi ke saudara-saudara kita di NU dan menjelaskan persoalan ini, “ tambahnya. Dengan begitu isu-isu seperti ini tidak berlaku dan insya Allah akan hilang. [cha/www.hidayatullah.com] foto: JP
Senin, 19 September 2011

Stigmatisasi Wahabi ikut membuat Ja’far Umar Thalib memberikan peringatan. Kalangan NU diminta tak terpancing. Apa maksudnya? Hidayatullah.com—Mantan Panglima Laskar Jihad di Ambon, Ja’far Umar Thalib ikut memberikan peringatan terhadap munculnya stigma Wahabi, yang beberapa minggu ini terus digencarkan oleh sekelompok orang dengan dukungan media. Pemimpin Pondok Pesantren Ihya ’Us-Sunnah, Yogyakarta ini meminta umat Islam bersikap tenang agar bisa secara jeli melihat target di balik stigma Wahabi itu. Stigma ini dimunculkan oleh sebuah kuatan besar yang tak ingin kaum Muslim bisa mempelajari ilmu agama dan menerapkannya secara baik. “Memang ada sebuah kekuatan besar. Yang paling ujungnya adalah Nashara dan Yahudi, “ ujarnya ....




Berita ini merupakan kliping Sindikasi RSS dengan sumber asli beralamat di



comments powered by Disqus
close
close
connect with abatasa